Archive for the ‘Culture’ Category

Kembali Fitri

Posted 19 Sep 2009 — by imus
Category Culture, Islam

Perjalanan Ramadhan ini InsyAllah berakhir dengan kemenangan, Alhamdullillah puasa full, walau tarawih bolong-bolong. Perjalanan panjang selama 30 hari itu akhirnya hampir usai juga menghitung detik-detik menuju kemenangan atas melawan hawa nafsu selama sebulan lamanya.

Idul fitri pesta kemenangan kaum muslimin setelah sebulan lamanya berperang melawan hawa nafsu, bulan dimana pengampunan dan rahmat diberikan, dan puncak dari itu semua berakhir di bulan Syawal. Bulan kemenangan, bulan yang fitrah. Idul fitri bukan hanya sekedar hari kemengan buat kaum muslimin di Indonesia, idul fitri sudah menjadi kultur yang kebiasaan turun temurun itu selalu terjadi di akhir bulan Ramadhan tersebut, salah satu contoh, budaya mudik, pulang ke kampung halaman dan berlebaran dengan keluarga, tak kurang dari 16 jutaan orang melalukan akttifitas mudik melintasi pulau, melitasi gunung dan jalan bebatuan untuk bertemu orang-orang yang dicintai, saling bersilaturrahmi dan saling bermaaf-maafan.

Di puasa terakhir ini, jelang Magrib dan sebentar lagi berbuka puasa dan mungkin bilal-bilal di mesjid akan langsung mengumandangkan, Takbir, Tahmid dan Tahlil sebagai tanda kemenangan karena Hanya Allah lah yang Maha besar. Mudah-mudah kita semua kembali fitrah dan mendapat reward taqwa dari Allah SWT.
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H

idulfitri copy

Minal Adin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin

Blogging dan Media cetak

Posted 16 Sep 2009 — by imus
Category Blog, Blogging, Culture

blogging Berawal dari sebuah diary, atau tulisan harian mengenai perjalanan seseorang dan sekarang blog lebih dari sekedar catatan perjalanan seseorang, dan sekarang berbagai opini tentang suatu issue tertuang di media blog, kita bisa menulis apa saja menurut apa yang ada dalam pikiran kita dan tulisan kita bisa dibaca siapa saja, dimana saja dan kapan saja.

Berbeda dengan media cetak yang ditulis oleh seorang wartawan untuk dipublish di media dimana wartawan itu bekerja, dan kadang tulisan itu mengalami berbagai pengeditan oleh editor atau pimred. Berbeda dengan blog yang secara personal memberikan view tentang sesuatu yang dianggap menjadi “interest” tersendiri untuk di tulis dalam blog.

Ada yang menarik antara blogging dan media cetak, banyak yang beranggapan bahwa kehadiran blog akan menggeser keberadaan media cetak, seperti saya kutip dari blog iman broteseno …. disaat Kita dari dulu mendengar sejak penemuan penemuan teknologi. Bahwa televisi akan menggusur radio, atau home theater akan menggeser bioskop. Sampai sekarang tidak pernah ada yang memakan korban. Demikian juga blog .Walau ada prediksi bahwa koran akan mati tahun 2014. Namun itu belum tentu terbukti. Beberapa koran di Amerika memang menutup media cetaknya dan beralih ke cyber media..

Melihat trend media sekarang, banyak media sudah mempunyai cyber media disamping media cetaknya, dimana pembaca mereka tanpa membeli koran atau majalah,  mereka bisa dapat menikmati suatu info dari koran atau majalah tersebut melalui website. Kita sebut saja Kompas dengan Epaper kompasnya yang mirip persis dengan koran kompas yang dibagikan loper koran ke rumah-rumah atau dijual di persimpangan jalan di ibukota dipagi hari, saya sangat menikmati epaper kompas kalau saya berada di luar Jakarta, atau detik.com dan okezone.com dan masih banyak lagi. Memang trend online terus meningkat mungkin juga karena iklan dari dua provider yang satu “Anti Mati Gaya” dan satu lagi “online-online” dari saykoji.

Balik lagi ke blog, mungkin kita pasti sering mendengar atau menikmati puisi-puisi Sastrawan Taufik Ismail. Beliau selalu menyuarakan keprihatinannya tentang minimnya minat baca tulis masyarakat Indonesia, tentang kurang dikembangkannya budaya tulis menulis sejak dini. Saya lihat betul bagaimana keprihatinan sang Sastrawan ini saat membacakan puisi yang selalu ada kegelisahan tentang negri ini yang perlu banyak belajar untuk membaca dan menulis. Mungkin blog bisa menjadi salah satu alat mengembangkan minat baca tulis. Dari membaca kita bisa menuangkan ide-ide ke dalam tulisan yang bisa kita share via blog, bukankah blog sebuah wadah yang memberikan kebebasan berekspresi? Walaupun ada  Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektonik yang menjerat Prita Mulyasari dengan sharingnya melalui internet, bukan alasan untuk takut berbagi asal sesuai dengan etika dan rule yang ada.

Mengenai baca tulis, saya teringat kembali tentang tulisan saya mengenai budaya Jepang yang suka membaca dan menulis, dan dari kebiasaan mereka membaca dan menulis bangsa matahari terbit ini mampu menggerakkan perekonomian khususnya dibidang buku komik, anime  dan industri krreatif  lainnya. Saatnya online waktunya blogging…!! Sekecil apapun berbagilah!

Ramadhan Coming Soon!

Posted 20 Aug 2009 — by imus
Category Culture, Islam, Tradition

“Barang siapa yang merasa gembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka Allah mengharamkan jasadnya disentuh api neraka.” Hadist

ramadhan3

Dalam hitungan jam kedapan kita akan memasuki Ramadhan, bulan yang penuh rahmat, ampunan dan kita harus besyukur kita masih akan dipertemukan dengan bulan yang penuh rahmat ini. Dari Hadist diatas jelas lah bahwa janji Rasulullah SAW kepada umatnya kepada siapa saja yang gembira akan datangnya bulan Ramadhan akan dijanjikan reward yaitu dijauhkan jasadnya dari api neraka.

Ada yang menarik tentang menyambut bulan suci Ramadhan, konon dahulu kala Arab Islam Quraisy dalam menyamput bulan Ramadhan mempunyai tradisi yang unik dalam menyambut Ramadhan Mubarak, seperti yang di jelaskan guru agama saya dulu 14 tahun yang lalu dimana Arab Islam Quraisy memiliki tradisi dan kultur dalam menyambut bulan ramadhan, mereka mempersiapkan bahan pokok selama sebulan penuh khusus untuk bulan ramadhan, sebelum masuk 1 ramadhan mereka telah mempersiapkan bahan pokok kebutuhan selama puasa berlangsung, mereka membeli gandum untuk sebulan, gula, kahwah (kopi), laban (Susu), kurma, zaitun dan bahan pokok lainnya. Persiapan menyambut Ramadhan ini mereka lakukan dengan gembira, kegembiraan mereka yaitu dengan mempersiapkan bahan makanan selama puasa, tradisi ini dilakukan untuk menjalankan bulan Ramadhan lebih fokus hanya untuk beribadah kepada Allah, dan kalau melakukan pembelian atau belanja di pasar saat puasa berlangsung akan dapat mengurangi pahala puasa mereka. Lebih rinci guru saya menceritakan mereka benar-benar mempersiapkan Ramadhan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan takut setiap detik yang mereka lalui sia-sia tanpa ibadah, karena dalam bulan Ramadhan amalan sunnah akan dianggap oleh Allah sebagai pahala wajib, dan mereka menghabiskan waktunya untuk membaca alqur’an, hifzil qur’an, mempelajari tentang keislaman, i’tikaf dan amalan-amalan sunnah lainnya.

Begitulah kegembiraan Arab Islam Quraisy dalam menyambut bulan Ramadhan, dan tidak ubahnya seperti ingin berperang dan mempersiapkan bahan stok logistik selama pertempuran berlangsung, mungkin ada benarnya persiapan menyambut amadhan mereka itu dikaitkan dengan perang, karena dahulu Rasulullah setelah perang Badar pernah bersabda kepada didepan para sahabat usai perang Badar, rasullullah menyatakan perang badr adalah perang kecil, dan para sahabat pun bingung karena selama perang di zaman Rasulullah perang Badr lah yang paling dahsyat, dan seorang dari sahabat bertanya kepada rasulullah tentang perang apa yang paling bersar itu, dan Rasulullah pun menjelaskan perang melawan hawa nafsu. Mungkin, dari situlah muncul suatu kebiasaan kaum arab untuk mempersiapkan ramadhan dengan sebaik-baiknya karena Ramdhan adalah perang melawan hawa nafsu.

Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mempersiapkan atau menyambut Ramadhan dengan suka cita dimana bulan yang didalamnya terdapat malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. Kalau sudah bersiaplah untuk berperang melawan hawa nafsu dan mengisi ramadhan dengan lebih baik dari ramadhan kemarin untuk mendapat kemenangan di yaumil haflah di Syawal yang fitri dan mendapat reward berupa title Taqwa yang dijanjikan oleh Allah dalam Surah Al-baqarah 183. Be winner at the start until the end!

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA!